Izyanayuni’s Blog











{Januari 10, 2009}   Definisi Teknologi Pendidikan
Teknologi pendidikan merupakan perpaduan dari unsur manusia, mesin, ide, prosedur, dan pengelolaannya (Hoba, 1977) Teknologi pendidikan bersifat abstrak. Dalam hal ini teknologi pendidikan bisa dipahami sebagai sesuatu proses yang kompleks, dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi permasalahan,melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah tersebut yang mencakup semua aspek belajar manusia. (AECT, 1977)

Teknologi Pendidikan adalah suatu cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan, dan mengealuasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dalam betuk tujuan pembelajaran yang spesifik, berdasarkan penelitian dalam teori belajar dan komunikasi pada manusia dan menggunakan kombinasi sumber-sumber belajar dari manusia maupun non manusia untuk membuat pembelajaran lebih efektif.

Rumusan tahun 1977
Tahun 1977 AECT membedakan dua rumusan teknologi pendidikan dengan
teknologi instruksional. Berikut uraiannya.
(1). teknologi pendidikan
Definisi teknologi pendidikan berbunyi, “….. proses yang rumit dan
terpadu, melibatkan orang, prosedur, gagasan, peralatan, dan organisasi
untuk menganalisis dan mengolah masalah, kemudian menggunakan,
mengevaluasi, dan mengelola seluruh upaya pemecahan masalahnya yang
termasuk dalam seluruh aspek belajar (manusia)”.
(2). teknologi instruksional
Teknologi instruksional ialah “satu bagian dari teknologi pendidikan –
dengan asumsi sebagai akibat dari konsep instruksional sebagai bagian
pendidikan – bersifat rumit dan terpadu, melibatkan orang, prosedur,
gagasan, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis dan mengolah
masalah, kemudian menerapkan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan
masalah pada situasi dimana proses belajar terarah dan terpantau”. Rumusah
tersebut mengandalkan teknologi pendidikan sebagai suatu proses –
kegiatan berkesinambungan, dan merinci kegiatan yang harus dilaksanakan
oleh para praktisinya.

Rumusan tahun 1994.
Setelah 17 tahun menerapkan konsep yang sama, akhirnya AECT melalui 2
anggotanya meluncurkan definisi terbaru. Rumusan tersebut berbunyi,
“teknologi instruksional merupakan teori dan terapan atas rancangan,
pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi atas proses dan
sumber-sumber belajar”.

Menurut Barbara B. Seels dan Rita C Ritchey (1994), definisi teknologi pembelajaran adalah sebagai teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian proses dan sumber untuk belajar.
sehingga terdapat lima domain teknologi pembelajaran yaitu kawasan desain, kawasan pengembangan, kawasan pemanfaatan, kawasan pengelolaan, dan kawasan penilaian.

Definisi AECT mengenai teknologi pendidikan pada tahun 2004, yaitu

Teknologi pendidikan adalah studi dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dengan dengan cara menciptakan, memanfaatkan, mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat, jelas, tujuan utamanya untuk memfasilitasi pembelajaran agar efektif, efisien, menarik dan meningkatkan kinerja.

Definisi AECT tahun 2008

Teknologi pendidikan adalah studi dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dengan dengan cara menciptakan, memanfaatkan, mengelola proses dan sumber-sumber teknologi



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: